FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini6302
mod_vvisit_counterKemarin13180
mod_vvisit_counterMinggu Ini61333
mod_vvisit_counterMinggu Lalu30966
mod_vvisit_counterBulan Ini111492
mod_vvisit_counterBulan Lalu12656
mod_vvisit_counterJumlah1903998

We have: 292 guests online
IP: 54.226.73.255
25 Apr, 2019



PostHeaderIcon Terbaru

Balasan Orang yang Bersifat Riya'

Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apakah keselamatan itu?" Rasulullah SAW menjawab: "Apabila kamu tidak menipu Allah.'' Ia bertanya lagi: ''Bagaimana menipu Allah itu?" Rasulullah SAW menjawab: "Apabila kamu melakukan suatu amal yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya kepadamu, tetapi kamu menghendaki amal itu untuk selain Allah. Takutlah kamu kepada riya', sebab riya' itu merupakan syirik kecil.

Sesungguhnya orang yang riya' itu besuk pada hari kiamat akan dipanggil seperti ini: Wahai orang yang riya', wahai orang yang berkhianat, wahai orang yang durhaka, wahai orang yang rugi, amalmu telah sesat dan pahalamu telah dibatalkan. Maka tidak ada pahala buat kamu dari sisi Kami. Pergilah dan ambillah pahalamu dari orang yang kamu beramal untuknya."

Sebagaian hukama' pernah ditanya tentang mukhlish (orang yang ikhlas), dia menjawab; "Mukhlish yaitu, orang yang menyembunyikan kebaikannya, sebagaimana dia menyembunyikan keburukannya."

Alqur'an menganalogikan orang yang riya' dalam beramal adalah seperti batu licin yang atasnya terdapat tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat hingga permukaannya menjadi licin karena tanah yang ada disitu hanyut tak tersisa sedikitpun. "Orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu dia bersih (tidak bertanah)." (QS. Al baqarah:264)

Tamsil Alqur'an tersebut, menunjukkan bahwa seluruh amaliyah yang didasari dengan riya' akan sia-sia belaka, tidak akan memperoleh pahala sedikitpun dari Allah. Yang bisa diperoleh hanyalah sanjungan dan pujian dari manusia, itupun kalau mereka mau memuji dan menyanjungnya. Kalau tidak, pasti dirinya akan mengalami kerugian, baik di dunia maupun di akhirat.

Embrio sifar riya' adalah kurang bersihnya hati, dan lemahnya aqidah hingga dia memerlukan orang lain untuk melihat amaliyah dan kebaikannya. Orang yang sudah terjangkit sifat riya', selalu bertingkah over acting. Semuanya serba dipermak dan dimake up, lebih-lebih bila berada di hadapan orang banyak. Semua tingkah lakunya senantiasa dipermak sedemikian rupa, sehingga tampaknya menarik dan menimbulkan rasa kagum orang yang melihatnya.

Shalatnya dibuat lama agar dianggap orang yang khusyu', wiridnya dibuat keras agar dinilai sebagai sufi, hampir semua perilaku ibadahnya dibuat-buat. Namun bila berada jauh dari pandangan manusia, maka akan tampak  watak aslinya, yang tidak pernah sempurna shalatnya, fasiq, bakhil, dan durhaka, bahkan tidak segan-segan menentang perintah Allah dan menerjang larangannya.

Dalam Kitab Al-Kabair disebutkan, diriwayatkan oleh 'Adiy bin Hatim al Atha'iy ra. Bahwa dia pernah mendengar  Rasulullah saw bersabda: "Pada hari kiamat nanti, ada segolongan manusia diperintahkan menuju surga. Ketika mereka telah sampai di dekat surga dan bisa mencium bau surga, serta dapat melihat istana-istana yang ada di dalamnya, yang disediakan oleh Allah untuk para kekasih-Nya,  kemudian mereka dibelokkan dari arah surga menuju ke arah neraka. Mereka tidak memperoleh bagian sedikitpun dari surga. Mereka kembali dengan bersedih dan menyesali diri, orang-orang yang dahulu dan yang terakhir juga kembali seperti mereka.

Mereka lalu berkata: "Wahai Tuhan kami, mestinya Engkau memasukkan kami ke dalam neraka, sebelum kami melihat apa yang baru saja kami lihat dari berbagai pahala yang telah Engkau sediakan untuk para kekasih-Mu. Sungguh keadaan seperti ini lebih hina bagi kami." Kemudian Allah berfirman: "Aku tidak menghendaki kamu demikian, tetapi kamu saat berada di tempat yang sepi (jauh dari pandangan orang) kamu berani melakukan dosa besar terhadap-Ku. Sedangkan pada saat kamu bertemu orang, kamu bersifat khusyu' dan merendahkan diri dengan seluruh amal kebajikanmu dihadapan mereka.

Hal ini bertentangan dengan apa yang kamu berikan kepada-Ku dari dalam hatimu. Kamu punya rasa hormat terhadap manusia, tapi tidak punya rasa hormat terhadap-Ku, kamu mengagungkan manusia tetapi tidak mengagungkan diri-Ku, kamu meninggalkan kemaksi'atan karena manusia, tidak karena diri-Ku. Maka pada hari ini kamu merasakan siksaan-Ku yang amat pedih dan Aku mengharamkan seluruh pahala-Ku kepadamu."

Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat-sifat tercela tersebut. Amien.

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com