FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini250
mod_vvisit_counterKemarin621
mod_vvisit_counterMinggu Ini871
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3028
mod_vvisit_counterBulan Ini8346
mod_vvisit_counterBulan Lalu14986
mod_vvisit_counterJumlah1548312

We have: 14 guests online
IP: 54.92.194.75
18 Des, 2017



PostHeaderIcon Terbaru

PROFIL RADIO MADINA FM 99,8
MASJID AGUNG JAMI” MALANG


MUQODDIMAH

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir,   serta tetap mendirikan  shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada Allah. Merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk.” { QS. Attaubah : 18 }

Sejak ribuan tahun lalu,  ketika pendirian Ka` bah atau Masjidil Haram oleh Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. masjid telah berperan sangat penting dalam menempa rohani kaum muslimin,   memelihara hubungan sosial dan nilai budaya,   serta meletakkan dasar bagi  pembangunan masyarakat Islam ketika itu. Hanya saja, metode ini membawa perubahan dan perkembangan yang sangat pesat dalam tata kehidupan social budaya ummat manusia.

Dalam perkembangannya,  masjid sebagai ‘Rumah Allah’ memang semakin dirasakan manfaatnya dan semakin diupayakan fungsinya kembali ke zaman Rasulullah SAW. Meski masih ada masjid yang hanya sekedar sebagai tempat ibadah dalam arti sempit (ibadah mahdlah), seperti sholat berjamaah dan kegiatan ritual lainnya. Belum difungsikan sebagai pusat kegiatan ummat yang memiliki manfaat lebih besar bagi masyarakat disekitar masjid.

Harus diakui masjid adalah sebuah institusi amat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai sarana keagamaan yang memiliki makna strategis, masjid juga berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah dan pusat pengembangan budaya, serta juga sebagai pusat informasi sebagai upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan umat kehidupan umat Islam. Karena, upaya peningkatan peran masjid harus terus menerus dilakukan agar masjid bias menjadi pusat penggerak masyarakat menuju masyarakat madani yang di ridhai Allah SWT.

Tugas peningkatan fungsi masjid itu semakin penting ditengah-tengah meningkatnya serangan faham sekulerisme, pendangkalan agama dari berbagai sudut yang semakin gencar dari mulai media cetak, media elektronik, kegiatan budaya, promosi kenakalan remaja melalui penggunaan narkoba, provokasi pertikaian antar massa dan lain sebagainya. Jika kita tidak merespon serangan dengan bijaksana, umat Islam dan generasi muda kita akan terpojok pada situasi masyarakat jahiliyah modern yang mengabaikan moral agama dan syiar Islam.

Upaya membentengi dari semua kemungkinan tersebut, semua komponen umat Islam harus ikut bertanggung jawab. Sebenarnya  melalui masjid, kita bisa berbuat banyak untuk menghalau atau membentengi serangan-serangan budaya yang dapat menyesatkan umat Islam itu. Hanya saja untuk menjadikan masjid dalam posisi tersebut, umat Islam memerlukan informasi dan strategi dalam mengahadapi serangan informasi sekulerisme dan faham keagamaan yang tidak mungkin kita bendung dari berbagai penjuru itu.

Lantas sejauhmana peran media informasi yang bernuansa Islami diera persaingan informasi ini? Semetinya, media informasi Islam bisa maju di garis depan, memandu ummat. Ia seharusnya menjadi referensi utama ditengah ditengah derasnya arus pergumulan ide dan perkembangan pemikiran dari berbagai ideology dunia.

Berpijak pada pemikiran tersebut, Takmir masjid Agung Jami’ Malang merasa terpanggil untuk memberikan satu alternative informasi dan dakwah Islam dengan mengoptimalkan dan mengembangkan Siaran Radio yang sudah ada, dengan harapan menjadi referensi ummat Islam di Malang Raya dan sekitarnya dalam mempelajari dan mendalami ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW.

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com