FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini283
mod_vvisit_counterKemarin402
mod_vvisit_counterMinggu Ini283
mod_vvisit_counterMinggu Lalu5849
mod_vvisit_counterBulan Ini14629
mod_vvisit_counterBulan Lalu20918
mod_vvisit_counterJumlah2105756

We have: 3 guests online
IP: 34.204.176.189
22 Sep, 2019



PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon PBNU Targetkan 1000 BMT di Seluruh Indonesia

PBNU Targetkan 1000 BMT di Seluruh Indonesia

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bertekad akan membentuk seribu BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) di seluruh pelosok tanah air. Ditargetkan, dalam lima tahun mendatang obsesi PBNU ini bisa terealisir, demi peningkatan derajat perekonomian Nahdliyin (warga NU).

”Selama 5 tahun ke depan, PBNU menargetkan membentuk 1000 BMT” ujar Wakil Ketua Umum PBNU, KH. As’ad Said Ali saat membuka Pelatihan Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang diinisiasi oleh PBNU di Aula Serba Guna Pengurus Wilayah (PW) NU Jalan Pura Demak II Denpasar Bali, Senin (11/10).

Menurutnya, BMT tersebut akan disebar di seluruh Pengurus Cabang maupun Pengurus Wilayah NU. Dia juga memandang, NU yang memiliki 14.000 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki sumber daya sekaligus potensi ekonomi yang sangat besar. Karenanya perlu didayagunakan secara maksimal.

Lewat pelatihan yang digelar di Bali, 11-17 Oktober 2010 itu, diharapkan kader-kader muda NU tergerak untuk mengelola potensi-potensi ekonomi bersama-sama melalui pendirian dan penguatan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dalam bentuk BMT (Baitul Mal Wat Tamwil). Pendirian LKMS diarahkan untuk menstimulus pengembangan sektor-sektor usaha yang dimiliki warga NU, khususnya di pedesaan.

Sesuai dengan amanat Muktamar NU di Makassar, lanjutnya, PBNU akan memperkuat bidang Iqtishadiyah (Ekonomi), Tarbiyah (Pendidikan), dan Syu’un al-Ijtimaiyyah wa al-Diniyah (Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan).

Pelatihan Kader Penggerak dan Pengelola LKMS tersebut merupakan salah satu ikhtiar PBNU untuk mengembangkan potensi-potensi Iqtishadiyah (Ekonomi) warga NU. “Kita ingin selepas pelatihan dan magang, para peserta pelatihan kader Penggerak LKMS ini bisa menjadi aktor-aktor pemberdayaan ekonomi umat di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sekitar 88 persen penduduk Indonesia adalah muslim. Dari data tersebut, sekitar 35 persen diantaranya adalah jamaah Nahdatul Ulama’ (NU). Dengan kata lain, jumlah warga NU sebanyak 71,14 juta jiwa dari populasi penganut Islam sebanyak 203, 28 juta jiwa.

Diasumsikan, sekitar 30% dari warga NU atau sebanyak 21,34 juta berada dalam kategori miskin. Angka kemiskinan warga NU tersebut paling tidak mencapai 65,6% dari jumlah penduduk miskin yang diklaim pemerintah pada tahun 2009 yaitu sebesar 32,53 juta jiwa.

Jika problem kemiskinan ini tak tertangani, maka bukan tidak mungkin warga NU hanya menjadi problem pembangunan. Padahal, sejak awal pendiriannya, Nahdhatul Ulama’ sangat concern terhadap pemberdayaan dan pengembangan ekonomi  umat, pembangunan sumber daya manusia, dan penguatan pendidikan.

Dahulu, lewat Nahdhatul Tujjar (kebangkitan pedagang santri) para saudagar NU mengembangkan ekonomi umat, melalui Madrasah Nahdathul Wathan (Kebangkitan Bangsa) NU memperkuat potensi-potensi pendidikan, dan melalui Tashwirul Afkar (Sinergi pemikiran) NU mengembangkan sumber daya manusia.

Kini di tengah kecenderungan ekonomi global yang tidak berpihak pada usaha kecil, maka segenap potensi dan sumber daya manusia jamaah NU yang berserakan harus diperkuat kembali demi tumbuhnya ekonomi jamaah NU, yang pada tahap selanjutnya memberikan kontribusi bagi pengentasan kemiskinan warga NU dan memperkokoh ekonomi bangsa.

Jika ada upaya mengentaskan kemiskinan secara bersama dari warga NU saja, maka kemiskinan secara nasional diperkirakan akan turun sebesar 9,24 persen, atau dari 14,08 persen menjadi 4,84 persen. (nuo/bim)

sumber : http://www.nubatik.net

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com