Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini381
mod_vvisit_counterKemarin383
mod_vvisit_counterMinggu Ini764
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4036
mod_vvisit_counterBulan Ini381
mod_vvisit_counterBulan Lalu17336
mod_vvisit_counterJumlah700954

We have: 5 guests, 2 bots online
IP: 54.167.238.60
01 Sep, 2014







PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon Sejarah


Masjid adalah sebuah institusi amat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain itu, masjid merupakan sarana keagamaan yang memiliki makna strategis bagi umat Islam, tidak saja dalam masalah ritual keagamaan tapi juga berkaitan dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan, sosial dan budaya dalam arti luas.

Sebagai masjid utama di Kota Malang, Masjid Agung Jami’ yang terletak di Jalan Merdeka Barat No 3 Malang juga tidak lepas dari fungsi-fungsi tersebut.  Apalagi posisi Masjid Agung Jami’ Malang yang awal berdirinya bernama Masjid  Jami’ itu letaknya cukup strategis dipusat kota. Tepatnya di sebelah barat alun-alun pusat kota Malang. Di sebelah selatan masjid terdapat bangunan Bank Mandiri (eks. Bank Bumi Daya) dan di sebelah utara terdapat bangunan kantor Asuransi Jiwasraya.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Ramadan Bil Hikmah Masjid Jami Hadirkan Qori’ Muammar ZA

Hafidz Quran Ratusan khuffadz (penghafal Alqur'an) dari Malang raya mengikuti acara Khotmil Qur'an bin ghoib (khataman Alqur'an) di Masjid Agung Jami Malang, Selasa (15/7), dimulai pukul 05.30 – 16.30 WIB. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1435 Hijriyah.

"Acara ini rutin kami laksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, sekaligus menjadi ajang reuni para khuffadz. Mereka (para khuffadz, red.) tidak hanya datang dari wilayah Malang Raya, tapi juga dari beberapa daerah, seperti Pasuruan, Gresik, Bangil da Surabaya," kata H Abdul Azis, Ketua III Takmir Masjid Agung Jami Malang, kemarin.

Selanjutnya...

 

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Selanjutnya...

 

Cara Sujud yang Benar

Para ulama fiqih mendifinisikan shalat sebagai tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan itu selanjutnya dinamakan rukun dan pemenuhannya menjadi satu keharusan. Berarti, bila tidak dikerjakan mengakibatkan shalatnya batal. Atau disebut sunnah jika berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurnaan saja. Sehingga, kalau ditinggalkan, tidak sampai berakibat membatalkan shalat.

Selanjutnya...

 

PostHeaderIcon Kisah Teladan

Kuda dan Keteguhan Pendirian

Kuda Musa makin lama makin kurus dan sakit. Istri Musa sudah cerewet sekali menyuruh agar segera dijual saja. Tapi Musa sendiri begitu sayang kepada kuda yang telah banyak jasanya itu. Namun akhirnya luluh juga hatinya setelah kuda itu kelihatan sangat lemah dan sakit-sakitan.

Pada suatu pagi, berangkatlah suami istri itu menuju pasar. Mereka menuntun kudanya bergantian. Lantaran jarak dari rumahnya ke pasar di Kota Basrah cukup jauh, Musa yang kurus, sudah terengah-engah napasnya. Bahkan terdengar bunyi ‘ngik-ngik’ dari hidungnya. Sementara istrinya,  karena badannya yang sangat tambun hampir saja jatuh pingsan karena penat.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Profile Kyai

KH. Ridlwan Abdullah

Lahir di Kampung Carikan, Bubutan, Surabaya pada 1884 M. Wafat Tahun 1962. Dimakamkan di Tembok, Surabaya. Pendidikan SD Belanda, Pesantren Buntet Cirebon, Pesantren Siwalan. Panji, Sidoarjo, dan Pesantren Kiai Cholil Bangkalan. Putra/Putri 3 Orang

Perjuangan/Pengabdian :
Mengajar  di Madrasah Nahdlatul Wathan, kelompok diskusi Tashwirul Afkar, Pencipta Lambang NU, Pengurus HBNO (PBNU, sekarang), anggota Konstituante.

Kiai Pecinta Seni, dan Pencipta Lambang NU

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Mutiara Kalam

Sesungguhnya kegelapan hati karena enam perkara :

- Berbuat dosa karena selalu mengharapkan taubat
- Berilmu, tetapi tidak diamalkan
- Beramal, tetapi tidak ikhlas
- Rezeki Allah dinikmati, tetapi tidak pandai bersyukur
- Tidak rela menerima segala pemberian Allah
- Mengubur jenazah dan tidak diambil sebagai peringatan

Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com
<---