FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini243
mod_vvisit_counterKemarin442
mod_vvisit_counterMinggu Ini3372
mod_vvisit_counterMinggu Lalu5379
mod_vvisit_counterBulan Ini1089
mod_vvisit_counterBulan Lalu19552
mod_vvisit_counterJumlah1305445

We have: 4 guests, 43 bots online
IP: 54.211.121.63
03 Des, 2016



PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon Sejarah


Masjid adalah sebuah institusi amat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain itu, masjid merupakan sarana keagamaan yang memiliki makna strategis bagi umat Islam, tidak saja dalam masalah ritual keagamaan tapi juga berkaitan dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan, sosial dan budaya dalam arti luas.

Sebagai masjid utama di Kota Malang, Masjid Agung Jami’ yang terletak di Jalan Merdeka Barat No 3 Malang juga tidak lepas dari fungsi-fungsi tersebut.  Apalagi posisi Masjid Agung Jami’ Malang yang awal berdirinya bernama Masjid  Jami’ itu letaknya cukup strategis dipusat kota. Tepatnya di sebelah barat alun-alun pusat kota Malang. Di sebelah selatan masjid terdapat bangunan Bank Mandiri (eks. Bank Bumi Daya) dan di sebelah utara terdapat bangunan kantor Asuransi Jiwasraya.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Ramadan Bil Hikmah Masjid Jami Hadirkan Qori’ Muammar ZA

Hafidz Quran Ratusan khuffadz (penghafal Alqur'an) dari Malang raya mengikuti acara Khotmil Qur'an bin ghoib (khataman Alqur'an) di Masjid Agung Jami Malang, Selasa (15/7), dimulai pukul 05.30 – 16.30 WIB. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1435 Hijriyah.

"Acara ini rutin kami laksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, sekaligus menjadi ajang reuni para khuffadz. Mereka (para khuffadz, red.) tidak hanya datang dari wilayah Malang Raya, tapi juga dari beberapa daerah, seperti Pasuruan, Gresik, Bangil da Surabaya," kata H Abdul Azis, Ketua III Takmir Masjid Agung Jami Malang, kemarin.

Selanjutnya...

 

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Selanjutnya...

 

Cara Sujud yang Benar

Para ulama fiqih mendifinisikan shalat sebagai tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan itu selanjutnya dinamakan rukun dan pemenuhannya menjadi satu keharusan. Berarti, bila tidak dikerjakan mengakibatkan shalatnya batal. Atau disebut sunnah jika berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurnaan saja. Sehingga, kalau ditinggalkan, tidak sampai berakibat membatalkan shalat.

Selanjutnya...

 

PostHeaderIcon Kisah Teladan

Imam Syafi'i, Menjauhi Maksiat Sekecil Apapun

Muhammad bin Idris bin Abbas bin Ustman bin Syafi' bin Saib bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf bin Qushai, yang digelar dengan Abu Abdillah  dan terkenal dengan nama Imam Syafi'i. Abdul Manaf bin Qushai adalah nenek ke-9 dari Imam Syafi'i dan nenek ke-4 dari Nabi Muhammad SAW. Ibunya adalah Fatimah binti Abdullah bin Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, sahabat, yang juga menantu Rasulullah dan Khalifah yang keempat.

Orang tua Imam Syafi'i yang Quraisy mula-mula penduduk Mekkah, kemudian pindah ke Ghaza di Palestina. Di daerah ini Imam Syafi'i dilahirkan pada tahun 150 H/767 M. Tidak beberapa lama ayahnya meninggal dan Imam Syafi'i diajak ibunya kembali ke Mekkah. Sesudah belajar dan mampu membaca Alqur'an di desanya, dia pindah ke desa Huzail, yang dihuni suku Arab yang paling baik dalam bahasa Arab dan sastranya untuk belajar dan praktek bahasa.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Profile Kyai

KH. Masykur

Lahir di Singosari pada tahun 1315 H / 1900 M. Wafat 18 Desember 1992 Dimakamkan di Pemakaman Keluarga Pondok Bungkuk, Singosari. Pendidikan Pesantren Bungkuk-Singosari, Pesantren Sono-Sidoarjo, Pesantren Siwalan, Panji-Sidoarjo, Pesantren Tebuireng-Jombang, nyantri ke KH Cholil Bangkalan, Pesantren Jamsaren, Solo. Mempunyai Putra/Putri 1 (satu) Orang

Perjuangan/Pengabdian : Ketua NU Cabang Malang, Ketua Yayasan Unisma, Ketua Umum PBNU, Pendiri dan Panglima Barisan Sabilillah, Anggota Syou Sangkai (DPRD) sebelum masa kemerdekaan, anggota PPKI, anggota Konstituante, Wakil Ketua DPR RI, Menteri Agama, Perintis berdirinya Masjid Sabilillah Malang. Dewan Kurator Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ).

Panglima Barisan Sabilillah, Pejuang Konsisten

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Mutiara Kalam

Kebaikan Akhlak

“Apabila kamu tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik.”

Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com
<---