Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini122
mod_vvisit_counterKemarin442
mod_vvisit_counterMinggu Ini122
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4036
mod_vvisit_counterBulan Ini17075
mod_vvisit_counterBulan Lalu19969
mod_vvisit_counterJumlah700312

We have: 3 guests, 1 bots online
IP: 54.166.148.189
31 Agus, 2014







PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon Sejarah


Masjid adalah sebuah institusi amat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain itu, masjid merupakan sarana keagamaan yang memiliki makna strategis bagi umat Islam, tidak saja dalam masalah ritual keagamaan tapi juga berkaitan dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan, sosial dan budaya dalam arti luas.

Sebagai masjid utama di Kota Malang, Masjid Agung Jami’ yang terletak di Jalan Merdeka Barat No 3 Malang juga tidak lepas dari fungsi-fungsi tersebut.  Apalagi posisi Masjid Agung Jami’ Malang yang awal berdirinya bernama Masjid  Jami’ itu letaknya cukup strategis dipusat kota. Tepatnya di sebelah barat alun-alun pusat kota Malang. Di sebelah selatan masjid terdapat bangunan Bank Mandiri (eks. Bank Bumi Daya) dan di sebelah utara terdapat bangunan kantor Asuransi Jiwasraya.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Ramadan Bil Hikmah Masjid Jami Hadirkan Qori’ Muammar ZA

Hafidz Quran Ratusan khuffadz (penghafal Alqur'an) dari Malang raya mengikuti acara Khotmil Qur'an bin ghoib (khataman Alqur'an) di Masjid Agung Jami Malang, Selasa (15/7), dimulai pukul 05.30 – 16.30 WIB. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1435 Hijriyah.

"Acara ini rutin kami laksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, sekaligus menjadi ajang reuni para khuffadz. Mereka (para khuffadz, red.) tidak hanya datang dari wilayah Malang Raya, tapi juga dari beberapa daerah, seperti Pasuruan, Gresik, Bangil da Surabaya," kata H Abdul Azis, Ketua III Takmir Masjid Agung Jami Malang, kemarin.

Selanjutnya...

 

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Selanjutnya...

 

Cara Sujud yang Benar

Para ulama fiqih mendifinisikan shalat sebagai tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan itu selanjutnya dinamakan rukun dan pemenuhannya menjadi satu keharusan. Berarti, bila tidak dikerjakan mengakibatkan shalatnya batal. Atau disebut sunnah jika berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurnaan saja. Sehingga, kalau ditinggalkan, tidak sampai berakibat membatalkan shalat.

Selanjutnya...

 

PostHeaderIcon Kisah Teladan

Memperoleh NIKMAT TAK TERBILANG Sementara COBAAN HANYA SATU

Terdapat suatu riwayat bahwa Malik bin Dinar radhiallahu ‘anhu berkunjung ke rumah seorang pemuda untuk membesuknya. Malik mendapati pemuda tersebut sedang menerawang di atas ranjang bagaikan ranting rapuh.

Kemudian Malik menanyakan keadaannya. Tetapi si pemuda tidak dapat menjawab dengan lisannya, dia hanya memberi isyarat dengan jari tangan. Ketika kami berbincang-bincang, kami mendengar suara adzan berkumandang. Kami melihat gerakan bibir pemuda itu mengikuti bacaan Mu’adzin.

Ketika sampai pada kalimat Syahadatain, dia mengisyaratkan dengan jari telunjuknya. Lalu meminta orang tuanya agar mewudhukan dan menghadapkannya ke kiblat untuk shalat sambil berbaring ke arah kanan.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Profile Kyai

KH. Abdul Mukti bin Harun

Lahir di Pandaan, Pasuruan, pada Tahun 1896. Wafat 9 April 1963, Dimakamkan di Pemakaman Umum Kasin, Malang. Pendidikan Ponpes di Kauman yang diasuh KH. Yasin Bangkalan. Putra/Putri 17 Orang

Perjuangan/Pengabdian :
Mudarris Masjid Agung Jami' Malang, Salah satu Perintis Masjid Al Mukarromah, Kasin, Syuriyah NU Cabang Malang.

Penggembleng Pejuang Kemerdekaan, yang Ahli Hizib

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Mutiara Kalam

Tiga Bahaya Ancam Pecinta Dunia

Abu ‘Ubaidah Asady menuturkan, barangsiapa dalam kalbunya dirasuki cinta dunia, maka di terancam tiga bahaya:
1. Kesibukan yang tiada kunjung bebas dari kesulitan.
2. Berkhayal yang tiada akhirnya.
3. Rakus, dan tiada pernah merasa terpuaskan.

Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com
<---