klik disini untuk mendengarkan


Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini285
mod_vvisit_counterKemarin289
mod_vvisit_counterMinggu Ini285
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2932
mod_vvisit_counterBulan Ini9623
mod_vvisit_counterBulan Lalu17864
mod_vvisit_counterJumlah370192

We have: 6 guests, 1 bots online
IP: 38.107.179.219
20 Mei, 2012







PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon Sejarah


Masjid adalah sebuah institusi amat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain itu, masjid merupakan sarana keagamaan yang memiliki makna strategis bagi umat Islam, tidak saja dalam masalah ritual keagamaan tapi juga berkaitan dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan, sosial dan budaya dalam arti luas.

Sebagai masjid utama di Kota Malang, Masjid Agung Jami’ yang terletak di Jalan Merdeka Barat No 3 Malang juga tidak lepas dari fungsi-fungsi tersebut.  Apalagi posisi Masjid Agung Jami’ Malang yang awal berdirinya bernama Masjid  Jami’ itu letaknya cukup strategis dipusat kota. Tepatnya di sebelah barat alun-alun pusat kota Malang. Di sebelah selatan masjid terdapat bangunan Bank Mandiri (eks. Bank Bumi Daya) dan di sebelah utara terdapat bangunan kantor Asuransi Jiwasraya.

Selanjutnya...

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Selanjutnya...

 

Sebagai Dai Zainuddin Tak Ada Duanya

Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menilai bahwa hingga sekarang belum ada juru dakwah atau dai yang menyamai kemampuan KH Zainuddin MZ.

"Sampai sekarang belum ada tipe seperti Zainuddin, belum kelihatan," kata Hasyim saat ditanya kesannya tentang almarhum Zainuddin MZ di Jakarta, Selasa.

Pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya "Dai Sejuta Umat" tersebut.

Selanjutnya...

 

Cara Sujud yang Benar

Para ulama fiqih mendifinisikan shalat sebagai tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan itu selanjutnya dinamakan rukun dan pemenuhannya menjadi satu keharusan. Berarti, bila tidak dikerjakan mengakibatkan shalatnya batal. Atau disebut sunnah jika berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurnaan saja. Sehingga, kalau ditinggalkan, tidak sampai berakibat membatalkan shalat.

Selanjutnya...

 

PostHeaderIcon Kisah Teladan

Imam Al Gozali

Hujjatul Islam, yang Menjauhi Kemewahan Dunia

Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Ahmad, dilahirkan pada tahun 450 H/1059 M di Thus daerah Khurasan. Dia dikenal dengan nama Al Ghozali karena ayahnya pekerja pemintal tenun wol atau karena dia berasal dari Desa Ghazalah. Keluarganya tergolong orang yang kuat beragama, dan termasuk keluarga sufi.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Profile Kyai

Habib Sholeh bin Muhammad Mauladawilah

Lahir di Singosari Malang pada 1295 H / 1807 M. Wafat Jum’at, 28 Ramadhan 1370 H / 1950 M. Di Makamkan di Pemakaman Umum Kasin, Malang. Pendidikan Nyantri kepada Al Habib Muhammad bin Hadi Assegaf, di Kota Siwon, Hadramaut, Yaman, berguru pada Al Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi (Shohibul Maulid), dan kepada Al Habib Ahmad bin Hasan Al Attas. Putra/Putri 13 Orang.

Perjuangan/Pengabdian : Perintis berdirinya Madrasah Attaraqqie, Mengajar di beberapa masjid, dan majelis taklim.

Ulama Waro’ yang Sederhana

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Mutiara Kalam

Anas bin Malik mengatakan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

"Sungguh setiap pagi dan sore Allah SWT menatap wajah orang lanjut usia, seraya berkata: "Hamba-Ku, sungguh umurmu telah lanjut, kulitmu mulai mengusut, tulang-tulangmu semakin rapuh, kematianmu semakin dekat, dan janjimu untuk kembali kepada-KU sudah menunggu di depan pintu. Karena itu, merasa malulah kepada-KU. Sebab Aku merasa malu untuk menyiksamu lantaran ubanmu yang memutih.

Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com
<---